Minggu, 14 Desember 2014
6 Juli 2014, 2.53 AM.
Gemuruh guntur bersautan berkolaborasi dengan sang kilat, menggambarkan hujan yang belum lelah menari. Hujan kali ini tidak lekas pergi, tidak seperti apa yang selalu kau ramalkan. Hujan kali ini berlangsung lama, lebih lama dari hubungan kita. Hujan kali ini tak mudah menyerah, tak seperti aku. Dan hujan masih menemaniku, bahkan saat kau sudah tidak. Taukah langit akan yang kurasa? Seakan menjadi latar dari pentas yang sedang kujalani. Butiran-butiran hujan, sebanyak itukah kerinduanmu padaku? Sedingin udara yang menyapu kulit, segelisah petir dan guntur, segelap langit luas tanpa cahaya bintang, sekosong jalan tanpa lalu lalang, cakrawala sedang melukiskan perasaanku dengan caranya. Aku merindukanmu, merindu dalam diam. Ku mencinta dalam benci. Dan mengharap untuk kecewa. Kerinduan terbesar, aku merindukan yang selalu bertemu.. Yang memberi banyak untuk dikenang, namun sedikit jauh untuk digapai. Abu-abu mu dan hitam ku, akankah sang merah jambu jadinya?
Minggu, 07 Desember 2014
Cheese burger in the night.
Raga dekat bahkan hati yang mulai menyatu
Sirnah bingar karena yakini yang tak satu
Aku kamu memang bukan untuk itu
Beda nyata walau dipikir sampai berdebu
Yakini yang beda ubah jalan kita jadi beku
Dermaga disana kapal kita takan berlabu
Walau kini sadar hati jatuh untuk kamu
Juga tulusmu yang buat rindu
Benar sempat berkeras ku mau kamu
Namun beda mati selamanya abu-abu
Bagai dipaksa tak bersatu ini yang buat pilu
Jadi berhenti hindari tuk tak bertemu
Karna tau kita selamanya akan semu
Dan kamu benar bukan yang kesatu
Namun masih utama yang ku mau..
Aku rindu (kamu-ku) yang dulu
-Nan
Rabu, 06 Agustus 2014
Pendamba angin
Aku bermimpi bagaimana angin menerbangkan helai daun gugur menembus cakrawala menyapu setiap indah bentang katulistiwa.. Aku bertaruh akan rasa takjub yang tak pernah terpikir bahkan dikhayal sang daun. Aku mencari cinta yang itu! Akui harap yang juga ingin nyata.. Andai mencari,aku sudah lelah. Andai tertarik ku tau itu bukan. Hanya kecewa,mengapa harus trus digenggam? Hanya tuk sakit yasudah lekas pergi. Andai sebegitu mudah.. Hati yang ini lebih keras dari kepala. Lebih egois dari jiwa. Lebih bodoh dari yang dikira. Lantas hela napas berarti apa? Ku jatuhkan selalu pada yang mengecewakan.. Biar ku tunggu yang benar mencinta. Sedalam dan semurni yang ku punya..
Dari aku, sang pendamba angin.
-NAN.
Selasa, 10 Juni 2014
Arjuna (Manusia dan kekecewan & harapan)
Gerai kasih sang arjuna
Hangat terasa direlung dada
Terbuai aku dan tergoda
Bayangnya degupkan dada
Hari bagai indahnya pelangi
Kebahagiaan dari menyayangi
Walau tawa sudah mulai pergi
Dan sedih datang mengiringi
Langit disunting awan kelabu
Cintaku hanyut tanpa berlabu
Harapku masih untuk bersatu
Ku mencinta tanpa ragu..
Seindah mawar juga masih berduri
Sang arjuna sudah tak sendiri
Ada kecewa yang tak terpungkiri
Walau menanti namun tetap tahu diri
Senin, 21 April 2014
Manusia dan Kebudayaan
Seperti yang kita ketahui, ada banyak suku diindonesia, namun kali ini saya akan membahas 2 suku diindonesia, suku dari mana orang tua saya berasal, yaitu Sunda dan batak..
BATAK
Saya memiliki seorang ayah yang berasal dari suku batak, beliau lahir dan tumbuh disana.. Dalam suku batak, ada banyak tradisi yang masih dipertahankan hingga sekarang, dalam suku batak ada istilah "pariban" contohnya seperti ayah saya memiliki anak perempuan, lalu ayah saya memiliki adik perempuan dan adiknya memiliki anak laki-laki, dalam suku batak mereka dibolehkan menikah. Alasannya karena mereka bukan lagi sodara karena sudah berbeda marga. Dalam suku batak juga ada tradisi-tradisi dalam upacara pernikahan, biasanya jika anak perempuan yang akan dipinang merupakan anak dengan pendidikan tinggi, keluarga laki-laki akan menempatkan harga yang tinggi pula untuk syarat pernikahan. Ada juga yang malah bertanya ke sang ibu apa yang diinginkan agar ia dapat meminang si anak perempuan. keluarga yang lebih tua akan membawa beras yang ditaruh diatas kepala, atau ikan emas yang dimasak arsik dan ditaruh ditampah yang dibawa diatas kepala sambil menari tortor sampai pengantin dipelaminan. Selain itu biasanya ada pula acara yang dinamakan diadati, yaitu pengantin diberikan ulos oleh kerabat yang lebih tua,lalu pihak pengantin memberikan amplop berisi uang sebagai tanda terimakasih. Selain acara pernikahan, dalam pemakaman pun suku batak memiliki banyak adat yang harus dilalui, dalam agama kristen, biasanya jika yang meninggal berusia muda,sudah menikah tetapi anaknya masih kecil-kecil, akan ditangisi dan diratapi oleh sanak saudara, namun jika yang wafat sudah berusia tua dan meninggalkan anak yang sudah sukses,apalagi bercucu banyak akan dirayakan dengan iringan musik serta hidangan prasmanan karena dianggap telah berhasil dan wafat dalam keadaan yang baik. Selain itu zenazah nantinya akan ditempatkan dipeti kayu dengan didandani dan dipakaikan pakaian pesta, benda-benda kesayangan sang pemilik seperti tas, perhiasan atau sepatu kesayangan pun turut ditaruh didalam peti tersebut. Jika nanti sudah bertahun-tahun pun tulang belulang akan dipindahkan ke peti yang lebih kecil. Pemakamannya pun terasa unik karena berbentuk seperti gudang kecil. Semakin bagus kuburannya,semakin terpandang orang tersebut.
SUNDA:
Tidak banyak yang istimewa dari suka sunda. Sewajarnya saja, suku sunda memiliki adat dalam pernikahan, suap-suapan pengantin dengan ketan kuning menandakan suapan pertama sebagai suami istri, lalu tarik ayam bekakak dan siapa yang mendapat bagian besar katanya akan lebih berperan dalam keluarga, serta prosesi injak telur oleh mempelai laki-laki dan dicucikan kakinya oleh mempelai perempuan sebagai tanda bakti sang istri terhadap suami. Sebelum memulai akad nikah pun mempelai lelaki akan disambut oleh mertua dan diberi air minum lalu dikalungkan bunga melati sebagai tanda bahwa sang mertua menerima mempelai laki-laki menjadi bagian keluarganya. Ada pula acara siraman yang dilakukan sehari sebelum menikah, mempelai akan dipakaikan baju dari concean bunga melati dan dimandikan dengan air bunga. Siraman pertama adalah kedua orang tua, lalu siraman selanjutnya adalah keluarga terdekat, setelah itu mempelai berwudhu dari kendi yang dituangkan sang ayah,lalu setelahnya kendi dipecahkan bersama sebagai tanda pelepasan status,setelah itu dilanjutkan dengan acara pengajian dan permohonan dinikahkan oleh orang tua yang dilakukan oleh mempelai,lalu diakhiri dengan sungkem. Dalam pemakaman tidak ada yang khusus, hanya seperti sewajarnya orang muslim dimakamkan.
KESIMPULAN:
Tidak peduli suku apapun, mereka memiliki tradisinya masing-masing, tradisi yang khas dan unik. Tradisi-tradisi tersebut harus dipertahankan, harus dilestarikan. Karena bangsa yang baik adalah bangsa yang menghargai sejarahnya. Kesamaan dalam dua tradisi tersebut memang tidak signifikan, namun dapat kita tarik kesimpulan bahwa dalam tradisi pernikahan intinya keduanya ingin menegaskan bahwa harus menghormati orang yang lebih tua.
Rabu, 12 Maret 2014
Tugas IBD (pertama)
Hai bloggie.. Lama gak update ya? Kali ini saya mau me-review tokoh dari novel berjudul "Autumn in paris" karya kedua Ilana Tan. Penulis yang satu ini memang terkenal hobi melibatkan musim dan nama kota cantik dari berbagai negara, bisa dikatakan menjadi ciri khas karya nya. Sebut saja sebelum ini,yaitu novel pertamanya yang berjudul "summer in seoul", Menarik bukan?
Tokoh pilihan saya kali ini adalah si karakter pria utama yang bernama 'Tatsuya fujisawa' yang digambarkan memiliki tubuh tegap dan wajah ganteng khas pria jepang. Ia berprofesi sebagai arsitek.
Karakternya sendiri menurut saya begitu complete untuk dijadikan contoh.
Tatsuya begitu mencintai Tara Dupont dengan ketulusan dan keikhlasan mencerminkan kategori 'Manusia dan keindahan' juga 'manusia dan cinta kasih', sifatnya yang rela berkorban dengan kembali ke kampung halamannya dijepang agar Tara dapat lebih mudah melupakannya juga sangat bijaksana, belum lagi sikap Tatsuya yang tetap menyakan kabar Tara secara diam-diam.. Sangat menggambarkan bentuk tanggung jawab dalam dirinya. Tatsuya adalah lelaki yang baik dan menjaga budaya, walaupun sempat tinggal diparis,ia tetap mempertahankan budayanya seperti cara memberi salam dengan membungkuk. Tatsuya juga memiliki penderitaan dan kegelisahan dalam menghadapi kenyataan bahwa tenyata dirinya dan Tara Dupont,gadia yang selama ini ia cintai dan juga mencintainya ternyata adalah saudara sedarah,benar-benar tragis.. Namun Tatsuya tetap memiliki harapan, ia takan pernah berhenti berharap untuk yang satu ini.. Untuk bersatu dan bersama Tara? Tidak. Untuk melihat Tara ceria seperti seharusnya, dan untuk kebahagiaan tara. Walau harus mengorbankan dirinya. Satu kalimat dari Tatsuya,"Selama ia bahagia, aku juga bahagia. Sesederhana itu" walaupun kenyataan ternyata tak sesederhana kalimatnya, namun Tatsuya membuktikan ucapannya. Bahkan hingga tarikan akhir nafasnya. Benar-benar sosok yang diidamkan..
-Nan!
Langganan:
Komentar (Atom)

