Senin, 21 April 2014

Manusia dan Kebudayaan

Hallo blogger..
Seperti yang kita ketahui, ada banyak suku diindonesia, namun kali ini saya akan membahas 2 suku diindonesia, suku dari mana orang tua saya berasal, yaitu Sunda dan batak..

BATAK
Saya memiliki seorang ayah yang berasal dari suku batak, beliau lahir dan tumbuh disana.. Dalam suku batak, ada banyak tradisi yang masih dipertahankan hingga sekarang, dalam suku batak ada istilah "pariban" contohnya seperti ayah saya memiliki anak perempuan, lalu ayah saya memiliki adik perempuan dan adiknya memiliki anak laki-laki, dalam suku batak mereka dibolehkan menikah. Alasannya karena mereka bukan lagi sodara karena sudah berbeda marga. Dalam suku batak juga ada tradisi-tradisi dalam upacara pernikahan, biasanya jika anak perempuan yang akan dipinang merupakan anak dengan pendidikan tinggi, keluarga laki-laki akan menempatkan harga yang tinggi pula untuk syarat pernikahan. Ada juga yang malah bertanya ke sang ibu apa yang diinginkan agar ia dapat meminang si anak perempuan. keluarga yang lebih tua akan membawa beras yang ditaruh diatas kepala, atau ikan emas yang dimasak arsik dan ditaruh ditampah yang dibawa diatas kepala sambil menari tortor sampai pengantin dipelaminan. Selain itu biasanya ada pula acara yang dinamakan diadati, yaitu pengantin diberikan ulos oleh kerabat yang lebih tua,lalu pihak pengantin memberikan amplop berisi uang sebagai tanda terimakasih. Selain acara pernikahan, dalam pemakaman pun suku batak memiliki banyak adat yang harus dilalui, dalam agama kristen, biasanya jika yang meninggal berusia muda,sudah menikah tetapi anaknya masih kecil-kecil, akan ditangisi dan diratapi oleh sanak saudara, namun jika yang wafat sudah berusia tua dan meninggalkan anak yang sudah sukses,apalagi bercucu banyak akan dirayakan dengan iringan musik serta hidangan prasmanan karena dianggap telah berhasil dan wafat dalam keadaan yang baik. Selain itu zenazah nantinya akan ditempatkan dipeti kayu dengan didandani dan dipakaikan pakaian pesta, benda-benda kesayangan sang pemilik seperti tas, perhiasan atau sepatu kesayangan pun turut ditaruh didalam peti tersebut. Jika nanti sudah bertahun-tahun pun tulang belulang akan dipindahkan ke peti yang lebih kecil. Pemakamannya pun terasa unik karena berbentuk seperti gudang kecil. Semakin bagus kuburannya,semakin terpandang orang tersebut. 

SUNDA:
Tidak banyak yang istimewa dari suka sunda. Sewajarnya saja, suku sunda memiliki adat dalam pernikahan, suap-suapan pengantin dengan ketan kuning menandakan suapan pertama sebagai suami istri, lalu tarik ayam bekakak dan siapa yang mendapat bagian besar katanya akan lebih berperan dalam keluarga, serta prosesi injak telur oleh mempelai laki-laki dan dicucikan kakinya oleh mempelai perempuan sebagai tanda bakti sang istri terhadap suami. Sebelum memulai akad nikah pun mempelai lelaki akan disambut oleh mertua dan diberi air minum lalu dikalungkan bunga melati sebagai tanda bahwa sang mertua menerima mempelai laki-laki menjadi bagian keluarganya. Ada pula acara siraman yang dilakukan sehari sebelum menikah, mempelai akan dipakaikan baju dari concean bunga melati dan dimandikan dengan air bunga. Siraman pertama adalah kedua orang tua, lalu siraman selanjutnya adalah keluarga terdekat, setelah itu mempelai berwudhu dari kendi yang dituangkan sang ayah,lalu setelahnya kendi dipecahkan bersama sebagai tanda pelepasan status,setelah itu dilanjutkan dengan acara pengajian dan permohonan dinikahkan oleh orang tua yang dilakukan oleh mempelai,lalu diakhiri dengan sungkem. Dalam pemakaman tidak ada yang khusus, hanya seperti sewajarnya orang muslim dimakamkan.

KESIMPULAN:
Tidak peduli suku apapun, mereka memiliki tradisinya masing-masing, tradisi yang khas dan unik. Tradisi-tradisi tersebut harus dipertahankan, harus dilestarikan. Karena bangsa yang baik adalah bangsa yang menghargai sejarahnya. Kesamaan dalam dua tradisi tersebut memang tidak signifikan, namun dapat kita tarik kesimpulan bahwa dalam tradisi pernikahan intinya keduanya ingin menegaskan bahwa harus menghormati orang yang lebih tua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar